Alhijaz Indowisata memastikan seluruh persiapan pemberangkatan jemaah haji khusus tahun 1447 H/2026 M telah rampung. Sebanyak 482 jemaah yang tergabung dalam 10 bus siap diberangkatkan ke Tanah Suci melalui skema tiga kelompok terbang (kloter).
Direktur Operasional Alhijaz Indowisata, Hj. Dwi Puji Astuti, menyebut bahwa musim haji tahun ini menghadirkan dinamika yang cukup berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama terkait percepatan antrean jemaah haji khusus.
“Ada jemaah yang baru mendaftar tahun 2022, tapi tahun ini sudah berangkat. Artinya hanya sekitar empat tahun menunggu,” ujarnya dalam wawancara di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Percepatan ini, lanjutnya, tidak lepas dari rendahnya tingkat pelunasan di kalangan jemaah yang sebenarnya sudah masuk daftar berhak lunas. Dari data yang ada, hanya sekitar 45 persen yang mampu menyelesaikan pembayaran.
“Banyak yang belum siap, karena informasi pelunasan datang cukup mendadak. Akhirnya kuota diisi oleh jemaah yang posisinya di bawah, sehingga antrean menjadi lebih cepat,” jelasnya.

Di tengah dinamika tersebut, Alhijaz memastikan kesiapan operasional tetap terjaga. Pemberangkatan jemaah tahun ini dibagi dalam tiga kloter, yakni pada 14 Mei siang, 15 Mei dini hari, dan 15 Mei sore.
Seluruh jemaah akan diberangkatkan menggunakan penerbangan langsung (direct flight) menuju Makkah, guna menjaga kondisi fisik jemaah tetap prima selama perjalanan.
“Kita konsisten menggunakan penerbangan langsung agar jemaah tidak kelelahan di jalan,” kata Dwi.
Dari sisi teknis, seluruh kebutuhan utama telah dipastikan siap jauh hari. Tiket pesawat telah diterbitkan sejak dua bulan sebelum keberangkatan, sehingga tidak terdampak lonjakan harga.
“Alhamdulillah tiket sudah aman semua. Visa juga sudah selesai, hotel, maktab, hingga akomodasi di Tanah Suci sudah siap. Kita tinggal berangkat,” ujarnya.
Titik kumpul jemaah sebelum keberangkatan juga telah disiapkan di kawasan Anara Airport Hotel untuk memastikan proses pelepasan berjalan lebih tertib dan nyaman.
Pengalaman menangani rombongan besar menjadi salah satu kekuatan Alhijaz dalam menghadapi musim haji tahun ini. Dalam beberapa kesempatan, mereka telah mengelola perjalanan umrah akbar dengan jumlah jemaah mencapai lebih dari 10 bus dalam satu keberangkatan.
“Kita sudah terbiasa dengan grup besar, jadi untuk haji tahun ini Insya Allah tidak kaget lagi,” ujarnya.
Selain kesiapan teknis, Alhijaz juga melakukan penyesuaian dalam skema perjalanan. Jika sebelumnya jemaah memulai dari Madinah, tahun ini perjalanan akan diawali dari Makkah.
“Kita ingin jemaah fokus ibadah dulu saat kondisi masih kuat. Setelah itu baru ke Madinah, supaya lebih santai,” jelas Dwi.
Menjelang keberangkatan, pihaknya mengingatkan jemaah untuk mempersiapkan kondisi fisik dan mental secara optimal. Ia menegaskan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga membutuhkan ketahanan fisik dan kesabaran.
“Haji itu ibadah fisik. Jadi kesehatan harus dijaga. Selain itu mental juga penting, karena pasti ada hal-hal di luar ekspektasi,” ujarnya.
Meski demikian, Alhijaz memastikan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Insya Allah kami akan memberikan yang terbaik, agar jemaah bisa menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk,” pungkasnya.



